Nuqthah Nuktoh hitam senandung Setan

 Musik sudah menjadi makanan pokok bagi kebanyakan orang pada hari ini. Seakan-akan mereka tak bisa hidup tanpa musik dan lagu. Pagi-pagi buta suara musik lah yang mengalun pertama kali dari rumah-rumah mereka. Kalaulah kita data satu persatu, hampir di setiap rumah kita temui kaset atau CD musik, karaoke dan sejenisnya! Itulah realita kita! 

Virus musik dan nyanyian yang tersebar di kalangan masyarakat kita sudahmencapai titik yang sangat membahayakan. Bahaya itu dapat kita lihat darimaraknya penjualan cd-cd musik dan karaoke yang menjamur di kaki-kaki limamal-mal dan tempat-tempat umum lainnya. Dengan stelan musik yang keras,begitu memekakkan telinga dan mengganggu orang lain. Mereka tidak lagi menghiraukan kata-kata cabul, kotor dan tak senonoh yang menjadi lirik lagutersebut. Sudah lumrah kata mereka! 

Tidakkah mereka tahu, virus musik dan nyanyian ini sangat besar daya rusaknya terhadap diri seseorang. Hancurnya generasi muda sekarang ini, kalau kitatelusuri sebabnya, banyak yang berpangkal dari musik! Maka dari itu para ulama  menyebut musik dan lagu ini sebagai jampi-jampi perzinaan! Memang benar,  daya hipnotis musik lah yang mendorong mereka melakukan perzinaan, hingga sampai pada akhirnya dibuktikan oleh kemaluan! 

Kalau kita mau jujur, sebenarnya pangkal kerusakan ini tidak terlepas daripendidikan orang tua yang sangat lemah! Anak-anak mereka sejak usia dini sudah dicekoki dengan musik dan lagu! Hingga kalau kebetulan kita melintas dijalanan atau sebuah gang kadang kita temui sekumpulan anak-anak kecil sedang  bernyanyi menirukan penyanyi idolanya 

Ajaibnya anak sekecil itu hafal lirik lagu  dari awal sampai akhir!!Kalau dulu, pada era generasi Salafus Shalih penyanyi begitu hina kedudukannyadi mata masyarakat, sekarang justru kebalikannya! Penyanyi begitu mulia dan  terhormat dalam pandangan mereka sehingga seluruh gerak-geriknya jadi buahbibir dan berita, seluruh tindak-tanduk dan model penampilannya jadi trend dikalangan mereka. 

Akibat dari itu semua adalah memudarnya nilai-nilai ajaran agama yang murni!Al-Qur’an seakan sudah menjadi sesuatu yang ditinggalkan! Tidak lagi dirasakan kenikmatan saat mendengarnya! Shalat juga terganggu kekhusukannya. Memang,shalat adalah ibadah pertama yang terkena dampak dari kecanduan musik dannyayian ini. Lirik-lirik lagu dan irama musik datang mengusik saat ia mengerjakan shalat! Hilanglah kenikmatan shalat baginya. Kadang kala ia jugameninggalkan shalat! Ia lebih memilih menikmati alunan musik daripadamenyambut seruan adzan!  

Fenomena seperti ini banyak kita dapati di tengah-tengah masyarakat kita. Oleh sebab itu jangan heran bila pagelaran musik dipadati banyak pengunjung sementara jumlah orang yang shalat jama’ah dimasjid dapat dihitung dengan jari! Itulah realita! 

Di lain pihak, ada pula yang berusaha mengemas musik bernafaskan Islam, kata  mereka! Mereka sebut nyanyian ruhani, musik Islami, nasyid Islami dan seabrek  istilah-istilah lainnya. Seakan-akan seluruh perkara yang dibubuhi kata-kata‘Islami’ menjadi ‘label halal’ baginya.  

Padahal menurut Ibnul Qoyyim musik-musik yang katanya Islami itu ‘lebih berbahaya’ daripada jenis musik dan laguselainnyaKarena pembubuhan kata Islami di situ merupakan pernyataan bahwahal itu termasuk perkara yang ‘boleh’ menurut syariat Islam! 

Padahal Dienul Islam tidak pernah membolehkan hal itu! Maka dengan begitu ia bukan hanya  sekedar maksiat namun meningkat menjadi bid’ah! Banyak kita dapati orang-orang yang menikmati musik dan lagu Islami itu berkeyakinan bahwa hal itudapat meningkatkan keimanannya, mendorong berbuat taat, mendorongnya untuklebih mencintai Allah dan Rasulullah!  


Ini adalah syubhat setan dalam menjeratmereka kepada hal-hal yang memalingkan mereka dari Al-Qur’an dan darimentadabburinya

Banyak pula kita temui orang-orang yang tergugah hatinya, bangkit kesedihannya  hingga berlinang air mata karena mendengar alunan nasyid atau syair! Namuntidak demikian halnya ketika mendengar alunan ayat-ayat Al-Qur’an! Hatinya tidak tersentuh sedikit pun! 

Demikianlah melalui musik dan nyanyian ini setan memalingkan anak Adam dari  Kalamullah! Setan menebar jarat-jerat syubhat agar anak Adam tetap meyakinibahwa mendengarkan musik dan nyanyian ini bukanlah perkara yang perludipermasalahkan! Ini terbukti dengan sedikitnya buku-buku atau tulisan-tulisanyang membeberkan kebusukan musik dan nyanyian serta membongkar syubhat-  syubhatnya! 


Banyak sekali syubhat-syubhat seputar masalah musik dan nyanyian yang dihembuskan oleh setan. Salah satu di antaranya, setan membisikkan kepadamanusia, Apa bedanya mendengar musik dengan mendengar suara kicauanburung, hembusan angin, gemersik dedaunan, dan suara-suara alam lainnya?! 


Lalu syubhat model seperti ini termakan oleh orang-orang yang lemah akal dan Imannya. 


Dan Ibnul Qayyim adalah ulama yang memberikan jawaban. Dan jawaban beliau itutertuang dalam sebuah uraian penjang yang beliau beri judul: Kasyful Ghithaa’’an Hukmi Samaa’il Ghinaa’ 


Karena bukan tidak sedikit diantarakaum muslimin yang masih beranggapan musik, nasyid, qasidah dan sejenisnyaitu dibolehkan!? 


bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda: “Akan muncul di
 kalangan umatku nanti beberapa kaum yang menghalalkan zina, sutera, khamr dan alat-alat musik”. . Lihat hal 41 buku ini. 

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: 

ﺃَﻟَﺎ ﻭَﺇِﻥَّ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺠَﺴَﺪِ ﻣُﻀْﻐَﺔً ﺇِﺫَﺍ ﺻَﻠَﺤَﺖْ ﺻَﻠَﺢَ ﺍﻟْﺠَﺴَﺪُ ﻛُﻠُّﻪُ
ﻭَﺇِﺫَﺍ ﻓَﺴَﺪَﺕْ ﻓَﺴَﺪَ ﺍﻟْﺠَﺴَﺪُ ﻛُﻠُّﻪُ ﺃَﻟَﺎ ﻭَﻫِﻲَ ﺍﻟْﻘَﻠْﺐُ 

Ingatlah, sesungguhnya dalam jasad manusia itu ada segumpal daging, jika ia baik, baiklah seluruh jasad, dan jika ia rusak, rusaklah seluruh jasad, segumpal daging itu adalah hati( jantung/hati (nurani). [HR Muttafaqalaih] [2].


Jadi memang demikianlah jika hati diperhatikan, di jaga dan di pedulikan maka kehidupan dunia dan.akhirat kita akan selamat dan akan mendapat.kebahagiaan. karena dengan hati yang sehat,.orang bisa menahan diri dari syubhat, menahan.diri dari syahwat. Sebaliknya, jika hati di abaikan.maka penyakit, halangan dan duri berupa syubhat.dan syahwat mudah hinggap dalam perjalanan kita menuju akhirat, dan niscaya kita akan.sengsara, nelangsa. 


Saat menjelaskan makna haditd diatas, Ibnu Rajab mengatakan, “Dalam hadis ini terdapat isyarat bahwa baiknya gerakan anggota badan seorang.hamba, jauhnya dari yang haram dan terhindarnya.dari syubhat sangat tergantung dari baik atau buruknya hatinya. Jika hatinya selamat, penuh dengan mahabbah (rasa cinta) kepada Allâh dan cinta kepada apa yang dicintai Allâh Azza wa Jalla, kemudian dipenuhi rasa takut kepada Allâh.dan takut melakukan apa yang Allâh Azza wa Jalla benci maka baiklah seluruh gerkan anggota.badannya, dan dari sini berbuah menjadijauhnyamia dari hal-hal yang haram dan terhindar dari.syubhat-syubhat. (Sebaliknya), jika hati itu rusak maka akan dikuasai untuk mengikuti hawa nafsu, dan selalu mencari sesuatu yang dicintai hawa  nafsunya meskipun dibenci oleh Allâh Azza wa
Jalla , dan menggiring kepada maksiat dansyubhat-syubhat sesuai apa yang di inginkanhawa nafsunya.[3


Manusia yang mempunyai hati nurani tidak akan.pernah lepas dari ujian. Hati manusia akan selalu.menemui fitnah dan cobaan, imtihan,dan ibtila..Hati yang buruk akan mudah menerima keburukan sedang hati yang sehat akan berusaha kuat untuknmenolaknya. 

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

ﺗُﻌْﺮَﺽُ ﺍﻟْﻔِﺘَﻦُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻘُﻠُﻮﺏِ ﻛَﺎﻟْﺤَﺼِﻴﺮِ ﻋُﻮﺩًﺍ ﻋُﻮﺩًﺍ ﻓَﺄَﻯُّ ﻗَﻠْﺐٍﺃُﺷْﺮِﺑَﻬَﺎ ﻧُﻜِﺖَ ﻓِﻴﻪِ ﻧُﻜْﺘَﺔٌ ﺳَﻮْﺩَﺍﺀُ ﻭَﺃَﻯُّ ﻗَﻠْﺐٍ ﺃَﻧْﻜَﺮَﻫَﺎ ﻧُﻜِﺖَ ﻓِﻴﻪِﻧُﻜْﺘَﺔٌ ﺑَﻴْﻀَﺎﺀُ ﺣَﺘَّﻰ ﺗَﺼِﻴﺮَ ﻋَﻠَﻰ ﻗَﻠْﺒَﻴْﻦِ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﺑْﻴَﺾَ ﻣِﺜْﻞِﺍﻟﺼَّﻔَﺎ ﻓَﻼَ ﺗَﻀُﺮُّﻩُ ﻓِﺘْﻨَﺔٌ ﻣَﺎ ﺩَﺍﻣَﺖِ ﺍﻟﺴَّﻤَﻮَﺍﺕُ ﻭَﺍﻷَﺭْﺽُ ﻭَﺍﻵﺧَﺮُﺃَﺳْﻮَﺩُ ﻣُﺮْﺑَﺎﺩًّﺍ ﻛَﺎﻟْﻜُﻮﺯِ ﻣُﺠَﺨِّﻴًﺎ ﻻَ ﻳَﻌْﺮِﻑُ ﻣَﻌْﺮُﻭﻓًﺎ ﻭَﻻَ ﻳُﻨْﻜِﺮُﻣُﻨْﻜَﺮًﺍ ﺇِﻻَّ ﻣَﺎ ﺃُﺷْﺮِﺏَ ﻣِﻦْ ﻫَﻮَﺍﻩُ

Fitnah-fitnah itu akan dihadapkan kepada hati,seperti tikar, satu serat satu serat. Hati mana saja yang menyerap fitnah itu, maka satu noda hitam Tertempel dalam hatinya. Dan hati mana saja yang tidak menerimanya, akan tertitiklah pada hati itunsatu titik putih, sehingga, jadilah hati itu duanmacam; putih seperti batu pualam, sehingga fitnah apapun tidak akan membahayakannya selama ada langit dan bumi, sementara hati lainnya berwarnam hitam legam, seperti teko atau ceret terbalik, tidak  mengenal kebaikan dan tidak mengingkari  kemunkaran selain hawa nafsu yang diserapnya. [HR Muslim] [4] 



Maka perhatikanlah hati kita, karena ialah sumber keimanan dan cahaya yang menerangi jalan kehidupan kita sehingga tidak mudah terperosok dan terantuk. Menjadi hati yang selamat, qolbun salim, yang tidak ada manfaat disisi Allâh Azza wa Jalla pada kiamat kecuali datang menghadap Allâh Azza wa Jalla dengan hati yang selamat. Allâh Subhanahu wa Ta’ala berfirman : 

ﻳَﻮْﻡَ ﻟَﺎ ﻳَﻨْﻔَﻊُ ﻣَﺎﻝٌ ﻭَﻟَﺎ ﺑَﻨُﻮﻥَ ﴿٨٨﴾ ﺇِﻟَّﺎ ﻣَﻦْ ﺃَﺗَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺑِﻘَﻠْﺐٍ ﺳَﻠِﻴﻢٍ

(Yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allâh dengan hati yang bersih,hati yang selamat. [As-Syu’ara’/26:88-89


Qolbun salim artinya selamat dari kejelekan dan keburukan. Yaitu hati yang di dalamnya penuh  cinta kepada Allâh Azza wa Jalla dan cinta segala yang dicintai Allâh Azza wa Jalla, takut kepada.Allâh Subhanahu wa Ta’ala dan takut dari segala.yang menjauhkannya dari Allâh Azza wa Jalla [5] 


Bagaimana jika hati terlanjur menerimanya dan.menyerap keburukan tersebut ? apakah ia bisa  dibersihkan lagi seperti membersihkan pualam dari noda ? Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam.bersabda : 

ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﻋَﻦْ ﺭَﺳُﻮْﻝِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَﺇِﻥَّ ﺍﻟْﻌَﺒْﺪَ ﺇِﺫَﺍ ﺃَﺧْﻄَﺄَ ﺧَﻄِﻴْﺌَﺔً ﻧُﻜِﺘَﺖْ ﻓِﻲ ﻗَﻠْﺒِﻪِ ﻧُﻜْﺘَﺔٌ ﺳَﻮْﺩَﺍﺀُﻓَﺈِﺫَﺍ ﻫُﻮَ ﻧَﺰَﻉَ ﻭَﺍﺳْﺘَﻐْﻔَﺮَ ﻭَﺗَﺎﺏَ ﺳُﻘِﻞَ ﻗَﻠْﺒُﻪُ ﻭَﺇْﻥَ ﻋَﺎﺩَ ﺯِﻳْﺪَ ﻓِﻴْﻬَﺎﺣَﺘَّﻰ ﺗَﻌْﻠُﻮْ ﻗَﻠْﺒَﻪُ 

Sesungguhnya seorang hamba jika melakukan perbuatan dosa maka akan tertitik dalam hatinyannoda hitam jika ia menghilangkannya dan memohon ampun, dan di ampuni, maka hatinya itu dibersihkan. Jika ia melakukan kelasahan lagi, maka bintik hitam itu akan ditambah sehingga bisa menutupi hatinya. [HR. Ibnu Mâjah, Tirmidzin[6] . Hadits ini dihasankan oleh syaikh al-Albâni dalam Shahîh Sunan Tirmidzi.] 


Jika bintik, noda dan noktah hitam itu sudah  penuh dan menutupi hatinya, maka noktah hitamnyang datang berikutnya ke dalam hati akibat dari perbuatan dossa dan kemaksiatan, maka hati itunakan merasa tidak terpengaruh dengan noda yang mengotorinya, sebagaimana tidak terlihatnya noda hitam yang menempel pada kain hitam. Saat perbuatan dosa sudah tidak terasa lagi sebagai sebuah dosa, maka yang ada adalah rasa nyama ’iyadzan billah. Semoga Allah menjaga hati kita dari keburukan seperti ini. 


Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Dan (efek negatif dosa) yang paling berbahaya (paling mengkhawatirkan) bagi seorang hamba adalah dosa dan kemaksiatan bisa melemahkan keinginan hati sehingga keinginannya untuk melakukan perbuatan maksiat semakin kuat. Dosa melemahkan keinginan hati untuk bertaubat sedikit demi sedikit sampai akhirnya semua keinginan untuk taubat tercabut dari hati (tanpa meninggalkan sisasedikitpun). (Padahal)seandainya separuh dari hati seseorang itu sudah mati, maka itu sudah susah untuk bertaubat kepada Allâh Subhanahu wa Ta’ala [7]. 

[2]. Bukhari no. 52, Muslim no.1599 

[3]. Ibnu Rajab Al-Hambali, Jami’ul ulum wal
hikam, (Dar Ibnu Jauzi, 1429) hlm.144 

[4].HR.Muslim no.144

[5]. Ibnu Rajab Al-Hambali, Jami’ul ulum walhikam,(Dar Ibnu Jauzi,1429), hlm.144 

[6]. Tirmidzi no,3334 , Ibnu Majjah no.4244

[7]. Ibnu Qayim Al-Jauziyah,Adda’ wa Dawa’, (Dar
Ibnu Jauzi,1427) hlm. 91 


Komentar

Posting Komentar