Pembahasan
1. Pengertian lafadz ‘Amm dan lafadz Khas
a. Pengertian ‘Amm
‘Am menurut bahasa artinya merata atau yang umum. Sedangkan menurut istilah ialah;
اللَّفْظُ الْمُسْتَفْرِقُ لِجَمِيْعِ مَا يَصْلُحُ لَهُ بِحَسَبِ وَضْعٍ وَاحِدٍ دَفْعَةً
Artinya :
Lafadz yang meliputi pengertian umum terhadap semua yang termasuk dalam pengertian lafadz itu, dengan hanya disebut sekaligus.
Dengan pengertian lain, al-Amm adalah suatu perkataan yang memberi pengertian umum dan meliputi segala sesuatu yang terkandung dalam perkataan itu dengan tidak terbatas, misalnya al-Insan yang berarti manusia. Perkataan ini mempunyai pengertian umum. Jadi, semua manusia termasuk dalam tujuan perkataan ini, sekali mengucapkan lafadz al-insanberarti meliputi jenis manusia seluruhnya.
Dapat dimengerti keumuman itu menjadi sifat yang pengertiannya mencakup segala yang dapat dimasukkan kedalam konotasi lafal. Sedangkan lafal yang hanya menunjukkan beberapa orang, seperti rijalun tidak termasuk lafadz umum”.
Al-‘am secara etimologi berarti merata atau yang umum. Sedangkan secara terminologi atau istilah Muhammad Adib Saleh mendefinisikan bahwa Al-Am adalah lafal yang diciptakan untuk pengertian umum sesuai dengan pengertian tiap lafal itu sendiri tanpa di batasi dengan jumlah tertentu”
b. Pengertian Khas
Lafadz Khas ialah lafadz yang dilalahnya berlaku bagi seseorang yang namanya disebutkan seperti Muhammad atau seseorang yang disebutkan jenisnya umpamanya seorang lelaki atau beberapa orang tertentu seperti tiga orang, sepuluh orang, seratus orang, sekelompok orang. Jadi berarti lafadz Khas tidak mencakup semua namun hanya berlaku untuk sebagian tertentu.
Lafadz khas kadang berbentuk mutlak yakni tidak dikaitkan dengan sesuatu, tapi terkadang dikaitkan dengan sesuatu yang dinamakan muqayyad (sesuatu yang sudah jelas), dan terkadang dalam bentuk amar(perintah) dan terkadang dalam bentuk nahi(larangan)”
Lafadz khusus ini adakalanya dipergunakan untuk seseorang, barang atau hal tertentu. Lafadz khusus ini diperguanakan juga untuk lebih dari dua orang yang tidak dibatasi, seperti lafadz Ar-Rijaal (beberapa orang laki-laki atau tiga orang laki-laki). Dengan demikian yang dimaksud dengan khas ialah lafadz yang tidak meliputi satu hal tertentu tetapi juga dua atau beberapa hal tertentu tanpa ada batasan artinya tidak mencakup semua, namun hanya berlaku untuk sebagian tertentu saja”.
Lafadz khas merupakan lawan dari lafadz ‘am jika lafadz ‘am memberikan lafadz umum yaitu suatu lafadz yang mencakup berbagai satuan-satuan yang banyak, lafadz khas adalah suatu lafadz yang menunjukkan suatu makna khusus. Definisi lafadz khas dari ulama’ adalah sebagai berikut:
a. Menurut Manna Al-Qattan, lafadz khaas adalah lafadz yang merupakan kebalikan dari lafadz ‘am yaitu tidak hanya menghabiskan semua apa yang pantas baginya tanpa ada pembatasan.
b. Menurut Musthafa Said Al-khin, lafadz khas adalah setiap lafadz yang digunakan untuk yang di menunjukkan makna satu atas beberapa satuan yang diketahui.
c. Menurut Abdul Wahab Khallaf, lafadz khas adalah lafadz yang digunakan untuk menunjukkan satu orang tertentu.”
TUGAS KELAS 8A & 8C
Di SMP Harapan Bangsa, kepala sekolah membuat aturan baru: “Semua murid wajib memakai seragam putih biru setiap hari Senin.” Aturan ini langsung diumumkan lewat grup WhatsApp kelas. Bintang, murid kelas 8, langsung mengingatkan teman-temannya, “Eh, jangan sampai lupa ya, Senin besok kita wajib putih biru!”
Beberapa hari kemudian, sekolah mengirim pengumuman tambahan: “Khusus murid kelas 9 yang sedang mengikuti PKL, diperbolehkan memakai baju bebas dengan name tag selama masa PKL.” Fikri, kakak kelas mereka yang sedang PKL, tersenyum lega karena tidak perlu ribet ganti seragam tiap Senin.
Hari Senin tiba. Bintang melihat Fikri datang ke sekolah pakai baju bebas dan langsung bertanya heran, “Kok kamu nggak pakai putih biru, Fik?” Fikri menjawab sambil menunjukkan name tag PKL, “Aku lagi PKL, jadi dikecualikan dari aturan itu.”
Jawab Pertanyaan ini di form
-
Apakah Fikri yang sedang PKL wajib memakai seragam putih biru pada hari Senin?
-
Jika ada murid kelas 9 yang tidak PKL, apakah ia termasuk pengecualian atau tetap wajib memakai putih biru?
-
Dari cerita Bintang dan Fikri, bagaimana kamu menjelaskan perbedaan aturan umum dan khusus?
Dari situ, Bintang belajar kalau aturan pertama yang berlaku untuk semua murid disebut .........
sedangkan aturan tambahan yang mengecualikan sebagian murid disebut.......
Komentar
Posting Komentar